Selasa, 21 Mei 2013

ESTAFET

PENGERTIAN LARI SAMBUNG ( ESTAFET)


Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

TEKNIK

a. Latihan Teknik Lari Sambung No Latihan Teknik Penerimaan Tongkat 1 Dengan cara melihat (visual) Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. 2 Dengan cara tidak melihat (non visual) Pelari yang menerima tongkat berlari sambil mengulurkan tangan kebelakang. Selanjutnya pelari sebelumnya menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.

No Latihan Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat 1 Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang. 2 Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga menggunakan tangan kiri.

b. Daerah Pergantian Tongkat No Cara Menempatkan Antara Pelari-Pelari 1 Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan 2 Pelari ke 2 Di daerah start kedua dengan lintasan lurus 3 Pelari ke 3 Di daerah start ketiga dengan lintasan tikungan 4 Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish

c. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet 1. Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri. 2. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing- masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik. 3. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan. 4. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

d. Peraturan Perlombaan 1. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi penggantian tongkat. 

Lari Estafet(Lari Beranting)

Lari Estafet atau sering disebut dengan lari beranting merupakan salah satu
dari cabang atletik.Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4) orang
pemain untuk melakukan olahraga tersebut.

Jarak Tempuh Lari estafet : 4×400 M (Putra/Putri) Dan 4×100 M

Start yang sering di gunakan dalam Lari Estafet:

Start Jongkok sering di gunakan pada pelari pertama / (1), Sedangkan
Start Berlari sering di gunakan pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan ke-Empat /
(2,3,4)

Ada beberapa cara menerima tongkat Estafet:

1.Visual : Dengan menoleh atau melihat ke belakang dan ini hanya di

gunakan untuk lari Estafet yang berjarak 4×400 meter.

Non Visual : Cara ini di gunakan dengan tidak menoleh ataupun melihat ke

belakang,karena jarak yang di gunakan terlalu pendek yaitu 4×100 meter.

Ada ketentuan atau peraturan yang da di olahraga Lari Estafet ini:

1.Di perbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh
pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4×400
meter dengan resiko team tersebut bisa kalah dalam lomba tersebut.

2.Di perbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh
pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4×100
meter dengan resiko team tersebut dapat langsung di diskualifikasi dalam
pertandingan olahraga tersebut.

Ada juga cara yang baik dalam menerima togkat estafet agar tidak

terjatuh yaitu :

1.Sebagai pemain yang ingin memberi tongkat tersebut harus menggunakan
tangan kiri,sedangkan pemain yang menerima tongkat tersebut harus
menggunakan tangan kanan,Itulah beberapa cara yang di gunakan untuk
memberi dan menerima tongkat estafet yang benar dan baik.

GAMBARAN TONGKAT ESTAFET


-Panjang Tongkat Estafet : 29,21 Cm

-Diameter tongkat estafet :

- Untuk Dewasa

: 3,81 Cm

- Untuk Anak-anak

: 2,54 cm



Gambaran Lapangan Atletik untuk Lari

Estafet:

Zona pergantian pada Lari Estafet hanya berada 10 meter di depan garis start atau berada 10 meter di belakang garis start.Seperti Gambar di bawah ini :

Pengertian Lari Sambung (Estafet)

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu nomor lomba lari pada

perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau berantai. Dalam satu regu

lari sambung ada empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor lari yang

lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari kesatu kepada pelari

berikutnya.

Nomor lari sambung yang sering diperlombakan adalah nomor 4×100 meter dan

nomor 4×400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik lari saja yang perlu

diperhatikan, tetapi pemberian dan menerima tongkat di zona (daerah) pergantian seperti

penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk

meneruskan berita yang elah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor

diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api

keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api Olimpiade berasal dari tradisi Yunani

tersebutLari estafet 4×100 meter dan 4×400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini,

pertama-tama diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4×100

meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor Olimpiade dan 4×400 meter

dilombakan sejak tahun 1972

Teknik Lari Sambung (Estafet)

Suksesnya lari estafet sangat bergantung dari kelancaran penggantian tongkat.

Waktu yang dicapai akan lebih baik (lebih cepat) jika pergantian tongkat estafet

berlangsung dengan baik pula. Suatu regu lari estafet yang terjadi dari pelari-pelari yang

baik hanya akan dapat memenangkan perlombaan, jika mampu melakukan pergantian

tongkat estafet dengan sukses.

Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet adalah

Panjang tongkat : 28-30 cm

Diameter tongkat : 38 mm

Berat tongkat : 50 gr

Pada lari sambunga ada beberapa macam cara dalam pemberian tongkat estafet dari

pelari kepada pelari berikutnya. Secara garis besar, pergantian tongkat srtafet itu ada 2

macam, yaitu dengan melihat (visual) dan tanpa melihat (nonvisual).

Teknik Penerimaan Tongkat

Perlombaan lari sambung mengenal dua cara penerimaan tongkat, yaitu:



Keterampilan teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat

Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan

kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Penerimaan

tongkat dengan cara melihat biasanya dilakukan pada nomor 4×400 meter.



Keterampilan teknik penerimaan tongkat estafet dengan cara tidak melihat

Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat

yang akan diterimanya. Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya digunakan

dalam lari estafet 4×100 meter.

Dilihat dari cara menerima tongkat, keterampilan gerak penerima tongkat tanpa

melihat lebih sulit dari pada dengan cara melihat. Dalam pelaksanaannya, antara

penerima dan pemberi perlu melakukan latihan yang lebih lama melalui pendekatan yang tepat Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat Estafet

Prinsip lari sambung adalah berusaha membawa tongkat secepat-cepatnya yang

dilakukan dengan memberi dan menerima tongkat dari satu pelari kepada pelari

lainnya, agar dapat melakukan teknik tersebut, pelari harus menguasai keterampilan

gerak lari dan keterampilan memberi serta menerima tongkat yang dibawanya.

Dalam beberapa perlombaan lari sambung, seringkali suatu regu dikalahkan oleh

regu lainnya hanya karena kurang menguasai keterampilan gerak menerima dan

memberikan tongkat dari satu pelari kepada pelari yang lainnya. Bahkan, seringkali

suatu regu didiskualifikasi hanya karena kurang tepatnya penerimaan dan pemberian

tongkat.

Lari sambung mengenal dua keterampilan teknik pemberian dan penerimaan

tongkat, yaitu:

Keterampilan teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari bawah

Keterampilan teknik ini dilakukan dengan cara pelari membawa tongkat dengan

tangan kiri. Sambil berlari atlet akan memberikan tongkat tersebut dengan tangan kiri.

Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah.

Sementara itu, tangan penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan

menghadap ke bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari tangan lainnya

dirapatkan. Keterampilan teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari atas

Keterampilan teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari

belakang ke depan, kemudian dengan segera meletakan tongkat dari atas pada talapak

tangan penerima. Pelari yang akan menerima tongkat mengayunkan tangan dari

depan ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke atas. Ibu jari di buka lebar

dan raji-jari angan lainnya rapat. Pada keterampilan teknik pemberian tongkat dari atas, pemberian dan penerimaan tongkat dilakukan pada bagian tangan yang sama. Apabila pemberi melakukannya dengan angan kanan, penerima akan melakukannya dengan tangan kanan pula. Daerah Pergantian Tongkat Estafet Antarpelari

Suatu regu lari estafet yang terdiri dari pelari-pelari yang baik hanya akan dapat

memenangkan perlombaan jika mampu melakukan pergantian tongkat estafet dengan

cepat dan sempurna. Cara menempatkan pelari-pelari tersebut adalah sebagai berikut.

Pelari ke-1 ditempatkan didaerah start pertama dengan lintasan di tikungan.

Pelari ke-2 ditempatkan didaerah start kedua dengan lintasan lurus.

Pelari ke-3 ditempatkan didaerah start ketiga dengan lintasan ditikungan

Pelari ke-4 ditempatkan di daerah start keempat dengan linasan lurus dan berakhir di

garis finish Latihan Memberi dan Menerima Tongkat Estafet dalam Bentuk Perlombaan Tujuan: melatih kerjasama dalam ketepatan dan kecepatan berlari sehingga hasil akhir dapat tercapai dengan baik. Cara Melakukannya: Buatlah beberapa regu estafet (masing-masing terdiri dari 4 pelari atau siswa) dan masing-masing pelari atau siswa ditempatkan dengan jarak 100 meter

Setalah ada aba-aba ”bersiap” pelari pertama segera menempatkan posisinya (sikap

startjo n g k o k )

Setelah ada aba-aba ”ya”, pelari tersebut berlari secepat-cepatnya menuju pelari atau

atlat kedua yang sudah siap untuk menerima tongkat

Setelah keempat pelari menyelesaikan tugasnya dan pelari terakhir (keempat) masuk

ke garisf i n i s h tanpa membuat kesalahan maka regu yang tiba di garisf i n i s h

pertama keluar sebagai pemenang

Hal-Hal yang Perlu Diperhaikan dan Peraturan Perlombaan Lari Estafet

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet

Pemberian tingkat sebaiknyasecara bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat

pada angan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima aau memegang tongkat

dengan tangan kiri

Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing

pelari. Misalnya, pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tikungan.

Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.

Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat

Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-

masing.

Peraturan Perlombaan

Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, 1,20 meter dan bagi pelari

estafet 4×100 meter ditambah 10 meter prazona. Prazona adalah suatu daerah di

mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi di sini tidak

terjadi pergantian tongkat.

Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing meskipun sudah

memberikan tongkatnya kepada pelari berikutnya. Apabila tongkat terjatuh, pelari

yang menjatuhkannya harus mengambilnya.

Tongkat estafet harus berukuran panjang tongkat 28-30 cm, diameter tongkat 38 mm,

berat tongkat 50 gr

Dalam lari estafet, pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai

tikungan pertama, kemudian boleh masuk ke lintasan dalam, pelari ketiga dan

pelari keempat menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai

kedatangan pelari seregunya.



LARI ESTAFET

Lari bersambung atau biasa disebut lari estafet adalah lari beregu yang terdiri dari 4 orang

pelari. Lari ini dilakukan bersambung dan bergantian membawa tongkat dari garis start

sampai ke garis finish. Sebagian besar keberhasilan regu estafet ditentukan oleh

kelancaran pada saat melaksanakan pergantian tongkat estafetnya.

Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama (I)

menggunakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari kedua (II), ketiga (III), dan pelari

yang keempat (IV) menggunakan start melayang. Jarak lari bersambung yang sering

diperlombakan dalam atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 X 100 meter atau 4

X 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi

pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian

jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

1. Teknik Lari Bersambung (Lari Estafet).

Satu regu pelari estafet biasanya terdiri dari 4 orang pelari. Keberhasilan yang akan

dicapai oleh tim sangat ditentukan pada saat melakukan pergantian estafet. Suatu tim

pelari harus memiliki pelari-pelari yang tercepat dan mampu melakukan pergantian

tongkat dengan sempurna.

2. Teknik Pergantian tongkat Estafet.

Pergantian Tongkat estafet dalam lari bersambung atau lari estafet terbagi menjadi 2,

yaitu :

Pergantian Tongkat Estafet tanpa melihat (Non Visual) Yaitu cara pelari menerima

tongkat estafet tanpa melihat kepada yang memberi tongkat estafet.

Pergantian Tongkat estafet dengan melihat (Visual) yaitu cara pelari menerima tongkat

estafet dengan melihat ke belakang

(pemberi tongkat estafet).

Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat :

Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima

menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke

depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak

tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya

dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.

Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga



menggunakan tangan kiri.

Pergantian tongkat estafet harus berlangsung di dalam daerah pergantian yang

panjangnya 20 meter. Pergantian tongkat estafet yang terjadi diluar daerah pergantian

akan terkena Diskualifikasi.

3. Cara Memegang tongkat Estafet.

Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat

dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat

dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat

estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang

garis start dan tidak menyentuh garis start.

4. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet :

1. Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada

tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri.

2. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing

pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. Pelari 2

dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.

3. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada

waktu latihan.

4. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

5. Peraturan Perlombaan