Selasa, 21 Mei 2013

MITOS DAN FAKTA OLAHRAGA


Mitos : Lari di siang hari sambil memakai jaket akan membuat berat badan cepat turun.
Fakta : Udara siang hari memang lebih mudah membuat berkeringat dan jaket akan membuat tubuh semakin panas. Tapi, yang hilang bukan lemak, melainkan cairan tubuh. Kebiasaan ini akan membuat organ tubuh lain seperti jantung dan ginjal terganggu. Pasalnya, kekurangan cairan membuat darah mengental. Jantung dan ginjal juga bekerja lebih keras memompa dan menyaring darah. 

Mitos : Semakin banyak berolahraga, semakin bagus.
Fakta : Salah dan begitu pula sebaliknya. Olahraga tak harus selalu berat, berkeringat juga belum tentu bagus. Olahraga, sama halnya dengan obat, harus optimal. Jenis, frekuensi, dan intensitas lebih penting agar tujuan tercapai.

Mitos : Saya rajin olahraga, jadi saya bisa makan apa saja.
Fakta : Kurang tepat. Bisa makan apa saja tapi bukan berarti kapan saja dan berapa saja. Jika jumlah kalori yang masuk sesuai dengan jumlah kalori yang terbuang, tak masalah. Tapi, jika kalori yang masuk lebih banyak dibandingkan kalori yang keluar, ini jelas salah.

Mitos : Bersepeda bisa menimbulkan risiko kesehatan, di antaranya mandul.
Fakta : Tidak sepenuhnya benar. Demikian pula dengan risiko kanker. Ketika bersepeda, memang akan muncul gesekan yang menimbulkan panas. Panas tersebut dapat mengaktifkan sesuatu yang tadinya tersembunyi. Jika sejak awal sudah ada masalah seperti bibit kanker, kemungkinan kanker muncul memang ada. Tapi, bukan berarti bersepeda menjadi penyebabnya. Untuk mencegahnya, istirahatlah usai bersepeda. Pastikan sirkulasi udara baik, sehingga “panas” cepat hilang.
Mitos yang mengatakan bahwa bersepeda dapat menyebabkan wanita kehilangan keperawanan juga salah. Selaput dara berada di dalam dan tidak mungkin rusak karena bersepeda.

Mitos : Tidak boleh mandi air dingin setelah olahraga.
Fakta : Kurang tepat. Dari sisi kesehatan, tidak ada pengaruh yang ditimbulkan suhu air untuk mandi. Tetapi, jika olahraga berat, ada baiknya Anda bersantai terlebih dahulu sehingga badan tidak terlalu berkeringat. Ini pun lebih ditujukan untuk alasan kenyamanan. Jika kita mandi dalam keadaan berkeringat, badan akan tetap berkeringat usai mandi, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Mitos : Sit-up  mampu memangkas lemak perut.
Fakta : Tidak sepenuhnya benar. Berjalan kaki saja sebenarnya mampu memangkas lemak perut. Lagi pula efek sit-up  di setiap orang juga tidak sama, tergantung berat badan dan tinggi tubuh.

Mitos : Olahraga malam hari akan membuat lapar dan menggagalkan diet.
Fakta : Salah. Olahraga malam hari tidak meningkatkan nafsu makan. Tapi, jika olahraga terlalu berat, Anda akan kesulitan tidur. Nah, di saat seperti ini, biasanya orang akan makan atau mengemil. Atau, jika memilih tidur dalam keadaan lapar, orang akan bangun dalam keadaan lapar berat.

Mitos : Wanita yang berolahraga angkat beban akan memiliki tubuh seperti pria.
Fakta : Tidak benar. Wanita tidak harus menghindari jenis olahraga ini. Kalaupun ada wanita yang memiliki otot seperti pria, dipastikan karena pengaruh luar, misalnya mengonsumsi hormon testosteron.

Mitos : Olahraga itu harus sakit. No pain, no gain .
Fakta : Tergantung tujuan. Kalau tujuannya untuk menjadi atlet, memang harus berolahraga di atas rata-rata. Tapi, jika hanya ingin mendapat tubuh sehat, filosofi ini jelas salah. Olahraga berat juga harus dilakukan setelah Anda berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan persetujuannya. Alasannya, supaya cedera permanen dapat dicegah.

Mitos : Berenang adalah olahraga paling tepat untuk mengurangi lemak.
Fakta : Salah. Olahraga di air justru membuat suhu tubuh dingin, sehingga mudah membuat lapar.

Perhatikan Tiga Tanda
Olahraga, menurut dr. Michael Triangto SpKO., tak ubahnya seperti pakaian. “Olahraga sifatnya tailor-made, disesuaikan per orang dan tujuannya. Apakah tujuannya berolahraga sebagai karier seperti atlet atau sekadar menjaga kebugaran?” ujar Michael.
Ada tiga cara mudah untuk mengetahui apakah olahraga yang sudah dilakukan cocok dengan orang tertentu. Pertama, ketahui denyut nadi normal setiap pagi ketika bngun tidur. “Denyut nadi normal adalah 60 kali per menit. Jika setelah melakukan olahraga, Anda menemukan jumlah denyut pagi hari bertambah, berarti ada yang salah dengan jenis atau intensitas olahraga yang dilakukan.”
Kedua, jelas Michael, “Setelah memulai olahraga, apa yang dirasakan ketika bangun pagi? Jika badan sakit dan malah jadi malas beraktivitas, berarti ada yang salah.” Ketiga, lakukan pemeriksaan tekanan darah dan suhu tubuh dengan rutin. Lalu, bandingkan hasilnya sebelum dan sesudah berolahraga. Jika hasilnya berbeda, “Berarti ada yang salah dalam berolahraga.”
Jika merasakan tiga tanda-tanda salah olahraga tersebut selama beberapa hari, “Segera konsultasi ke dokter untuk menemukan penyebab dan mencari solusinya,” saran Michael.

Banyak nasihat dari orangtua dan kakek-nenek yang berhubungan dengan kesehatan. Misalnya saja minum banyak air akan membuat seseorang lebih sehat, atau racun dari dalam tubuh akan keluar bersama keringat. Benarkah demikian?
Belum tentu semuanya benar. Berikut tujuh mitos tentang kesehatan dan olahraga

1. Berapa banyak air yang diminum tiap hari?

Mitos: Anda harus minum banyak air setiap hari.
Fakta: “Tidak ada jawaban yang tepat mengenai berapa banyak air yang dibutuhkan setiap orang, karena sangat tergantung orang tersebut dan gaya hidup mereka,” ujar Jari Love, pelatih pribadi profesional.

Ia menambahkan, “Asupan cairan yang masuk tergantung pada seberapa aktif Anda, di mana Anda tinggal, kesehatan Anda, dan jika Anda sedang hamil dan/atau menyusui.”

Kesimpulan: Konsumsi 8 gelas air per hari dianggap tak lagi sepenuhnya benar. Alasannya? Karena tubuh Anda bisa saja membutuhkan lebih banyak air atau kurang dari itu, terutama jika Anda berolahraga lebih sering atau menyantap makanan yang kaya akan air, seperti buah dan sayuran.

“Asupan cairan Anda mungkin cukup apabila Anda jarang merasa haus, serta urin Anda berwarna kuning terang atau tidak berwarna sama sekali,” jelas Jari Love. “Jika Anda memiliki masalah tertentu atau pertanyaan tentang berapa banyak cairan yang Anda butuhkan, cek ke dokter.”

2. Banyak Keringat, Banyak Kalori Terbuang?

Mitos: Heated workouts akan membakar lebih banyak kalori.
Fakta: “Itu adalah ilusi. Anda membakar lebih banyak kalori jika Anda berolahraga lebih keras,” kata Liz Neporent, ahli kesehatan dan kebugaran sekaligus juru bicara American Council on Exercise. Untuk membakar kalori lebih banyak, otot Anda harus mengeluarkan lebih banyak usaha dan jantung Anda harus berdetak lebih cepat.

Bagaimana bila timbangan berkurang setelah sesi berkeringat berjam-jam? “Awalnya Anda akan menurunkan berat badan ketika Anda berkeringat lebih banyak,” papar Neporent, “tapi begitu Anda minum sesuatu, Anda menggantikan air yang hilang.”

Kesimpulan: Seharusnya Anda berkeringat karena intensitas latihan. Dan tidak perlu mencari tambahan sumber panas eksternal untuk membakar lebih banyak kalori atau mendapatkan peregangan yang lebih dalam.

3. Angkat Beban Ringan untuk Membangun Otot

Mitos: Untuk menghindari otot yang terlalu besar, Anda harus menghindari beban berat dan melakukan banyak gerakan pengulangan dengan beban ringan.

Fakta: Kebanyakan wanita tidak memiliki hormon atau massa otot yang dibutuhkan untuk mendapatkan otot yang sangat besar. “Anda harus menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kebugaran untuk membangun massa otot, namun sebagian besar wanita tidak bisa benar-benar berotot,” jelas Neporent.

Kesimpulan:
Menggabungkan angkat beban berat dalam latihan rutin Anda merupakan ide bagus. Pastikan untuk olahraga secara bertahap sampai Anda menguasai bobot yang lebih menantang, serta selalu berlatih bentuk dan teknik angkat beban yang baik.

 
4. Keringat dapat Menghilangkan Racun


Mitos: Berkeringat berarti menghilangkan racun dalam tubuh Anda.

Fakta:
Sejumlah kecil racun meninggalkan tubuh kita melalui kelenjar keringat, tetapi itu hanya sekitar satu persen dari jumlah total. Peran utama keringat adalah untuk mengatur suhu tubuh, sementara organ utama yang bertanggung jawab untuk membuang racun adalah saluran pencernaan seperti hati, ginjal, dan paru-paru.

Kesimpulan: Berolahraga untuk mengeluarkan keringat tentunya bermanfaat bagi tubuh Anda, namun jangan melakukannya semata-mata untuk tujuan "detoksifikasi” sistem tubuh.

5. Resep untuk Perut Rata Idaman

Mitos: Untuk menghasilkan perut yang rata, Anda harus berolahraga setiap hari.
Fakta: Seperti setiap kelompok otot lain dalam tubuh, perut Anda perlu waktu untuk beristirahat. Sit-up dan latihan-latihan lainnya bermanfaat, akan tetapi Anda tidak perlu melakukannya ratusan kali tiap pagi. Jika Anda benar-benar ingin melakukan sesuatu yang positif untuk perut Anda setiap hari, fokuskan pada kebiasaan makan Anda.

Kesimpulan: Latihlah otot perut Anda seperti kelompok otot lainnya, dan izinkan perut untuk pulih dengan sendirinya. Pastikan juga untuk mengikuti diet yang akan lebih membantu Anda.

6. Pilates Membuat Otot Lebih Panjang

Mitos: Pilates dan yoga menciptakan otot yang panjang.

Fakta: Meskipun Anda mungkin merasa lebih tinggi setelah sesi pilates atau yoga, secara fisik Anda tidak dapat memperpanjang otot sebab otot bersifat tetap. Satu-satunya cara untuk benar-benar ‘memperpanjang’ otot adalah dengan operasi.

Kesimpulan: Pilates dan yoga menawarkan banyak manfaat, termasuk peningkatan fleksibilitas dan postur tubuh yang dapat membantu Anda merasa dan tampak sedikit lebih tinggi, namun dua kegiatan tersebut tidak bisa membuat otot Anda lebih panjang.

7. Menyantap Makanan Bebas Gluten agar Ramping

Mitos: Diet bebas gluten akan membantu Anda menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Fakta: Makanan bebas gluten masih mengandung kalori dan tidak akan secara otomatis meningkatkan kesehatan Anda atau membuat Anda ramping, kecuali bila Anda benar-benar alergi terhadap gluten dan memiliki gangguan autoimun atau dikenal sebagai penyakit celiac (yang hanya berlaku untuk satu dari 133 orang Amerika, menurut Celiac Disease Foundation).

Kesimpulan: Jika Anda beralih dari mengonsumsi makanan berat ke makanan olahan (yang masih mengandung gluten), Anda lebih mungkin dapat menurunkan berat badan dan merasa lebih baik. Jadi, simpan uang Anda dengan menghindari makanan kemasan bebas gluten dan fokus pada diet Anda dengan makanan-makanan alami yang tidak diproses.