Jumat, 17 Mei 2013

PENGERTIAN LATIHAN






APA YANG DIMAKSUD DENGAN LATIHAN ??????????
      Dalam dunia olahraga, kata latihan sudah tidak asing lagi kita dengar, Namun, masing-masing mempunyai arti dan makna sendiri-sendiri. Beberapa ahli berpendapat tentang pengertian latihan olahraga sebagai berikut: (Hare, 1982) proses pemyempurnaan berolahraga melalui pendekatan ilmiah, khususnya prinsip-prinsip pendidikan, secara teratur dan terencana sehingga mempertinggi kemampuan dan kesiapan olahragawan
            Melalui pendekatan ilmiah yang tepat dan terkoordinir, diharapkan olahraga di tanah air dapat terbantu melalui prinsip-prinsip pendidikan. 
      Sedangkan menurut (Thomson, 1993) proses yang sistematis untuk meningkatkan kebugaran atlet sesuai cabang olahraga yang dipilih. Kebugaran itu dapat dicapai apabila latihan dilakukan dengan teratur dan sistematis sesuai cabang olahraga yang dipilih
Latihan adalah Progam pengembangan atlet untuk bertanding, berupa peningkatan keterampilan dan kapasitas energi (Bompa, 1999).
Selain itu, Harsono mengemukakan bahwa latihan adalah proses sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang dengan kian hari kian meningkatkan jumlah beban latihan atau pekerjaannya.
Berdasarkan pengertian-pengertian tentang latihan di atas, maka latihan dapat didefinisikan sebagi peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fisik dalam rangka meningkatkan penampilan berolahraga.
Latihan adalah penerapan rangsangan fungsional secara sistematis  dalam ukuran semakin tinggi dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi. Jadi untuk pencapaian suatu prestasi dibutuhkan suatu progam latihan yang sistematis, sehingga adanya adaptasi dalam tubuh.
Pendapat lain mengenai latihan adalah suatu proses jangka panjang dan harus menyenangkan bagi atlet maupun pelatih. Begitu juga untuk mencapai suatu keberhasilan dalam berlatih dibutuhkan progam latihan yang menarik dan tidak membosankan.
Prinsip-prinsip latihan menurut IAAF :
a     Badan mampu beradaptasi terhadap beban latihan.
b     Beban latihan dengan intensitas yang benar dan waktu,      mendatangkan kompensasi.
c      Beban latihan yang ditambah dengan teratur menyebabkan over- kompensi berulang-ulang dan meningkatkan kebugaran yang lebih tinggi.
d     Tak akan terjadi peningkatan kebugaran bila beban selalu sama atau terlalu jauh terpisah.
e     Over training atau adaptasi yang tak sempurna akan terjadi bila  beban latihan terlalu besar atau terlalu dekat.
f       Adaptasi adalah khusus terhadap sifat khusus latihan.

Tujuan serta sasaran utama dari latihan adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin.
Sasaran latihan
Setiap proses latihan yang dilakukan memerlukan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai, Sasaran latihan diperlukan sebagai pedoman dan arah yang menjadi acuan oleh pelatih maupun atlet dalam menjalankan progam latihan. Adapun sasaran latihan menurut Dwi Hatmisari Ambarukmi meliputi :
  1. Perkembangan multilateral yaitu atlet memerlukan pengembangan fisik secara menyeluruh berupa kebugaran (fitnes) sebagai dasar pengembangan aspek lainnya yang diperlukan untuk mendukung prestasinya.
  2. Perkembangan fisik khusus cabang olahraga yaitu setiap atlet memerlukan fisik khusus sesuai cabang olahraganya, misal seorang sprinter memerlukan power otot tungkai yang baik, pesenam memerlukan kelentukan yang sempurna.
  3. Faktor teknik, kemampuan biomotor seorang atlet dikembangan berdasarkan kebutuhan teknik cabang olahraga tertentu untuk meningkatkan efisiensi gerakan, misalnya untuk menguasai teknik berlari, seorang pelari harus memiliki power tungkai dan keseimbangan tubuh yang baik.
  4. Faktor taktik, siasat memenangkan pertandingan merupakan bagian dari tujuan latihan dengan mempertimbangkan : kemampuan kawan, kekuatan dan kelemahan lawan dan kondisi lingkungan.
  5. Aspek psikologis, kematangan psikologis diperlukan untuk mendukung prestasi atlet. Latihan psikologis bertujuan meningkatkan disiplin, semangat, daya juang kepercayaan diri dan keberanian
  6. Faktor kesehatan merupakan bekal yang perlu dimiliki seorang atlet, sehingga perlu pemeriksaan secara teratur dan perlakuan (treatment) untuk mempertahankanya.
  7. Pencegahan cedera merupakan peristiwa yang paling ditakuti oleh atlet, untuk itu perlu upaya pencegahan melalui peningkatan kelentukan sendi, kelenturan dan kekuatan otot
Sistem latihan
Upaya menyiapkan atlet atau tim nasional yang berprestasi prima diperlukan sistem pembinaan dalam jangka waktu yang lama yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan (Bompa; 1999: 11) Salah satu model pembinaan yang dapat dilakukan antara lain meliputi kegiatan rekreatif, keterampilan tingkat dasar, keterampilan tingkat menengah dan keterampilan tingkat tinggi



    Tabel1. Sistem Latihan Olahraga
Tingkatan atlet
Tingkat kompetisi
Sasaran
Atlet berketerampilan tingkat tinggi
Tim nasional
Meraih prestasi tinggi dan memecahkan rekor
Atlet berketerampilan tingkat menengah
Atlet bertanding pada kompetisi nasional
Mempertahankan prestasi
Atlet berketerampilan tingkat dasar
Atlet anak junior pada pertandingan antar perkumpulan atau sekolah
Peningkatan prestasi
Atlet olahraga rekreatif
Peserta pada klub olahraga atau masyarakat umum pengemar olahraga
Peningkatan keterampilan dan kemampuan biomotor